Kamis, 09 Februari 2017

[PMDSU 2017] Tanya Jawab Seputar Beasiswa PMDSU

Berikut saya posting daftar pertanyaan dan sekaligus jawaban terkait beasiswa PMDSU yang selama ini telah ditanyakan di grup Tanya Seputar Beasiswa PMDSU. Jawaban ini berdasarkan pengalaman kami (para awardee PMDSU). Mohon jika ada yang ingin ditanyakan bisa dituliskan di kolom komentar. Budayakan membaca terlebih dahulu ya sebelum bertanya. Jika ada salah kata ataupun perbuatan mohon maaf. Terima kasih.

Q&A Tanya Seputar Beasiswa PMDSU

1.  Q: Apakah kampus-kampus yg dulu lulus dalam batch 1 kemudian tetap ikut dalam batch 2? Dari informasi yang saya peroleh, jumlah PT pada batch 2 sebanyak 11 PT. Saya berencana daftar untuk batch 3, tapi masih mencari kampus mana yg sesuai background saya (Pendidikan Bahasa Inggris).
A: (1) Jumlah kampus setiap batch memiliki kecenderungan untuk bertambah; (2) Beberapa kampus ditunjuk sebagai penyelenggara pmdsu batch 1 dan juga batch 2, misalnya: IPB, ITB, atau lainnya. Untuk jumlah kampus batch 3 bisa dicek di link yang dibagikan di grup ini. Namun, daftar kampus tersebut masih kandidat. Mohon dipantau terus di link tersebut supaya tidak ketinggalan informasi tentang perkembangan beasiswa PMDSU Batch 3 yang sedianya akan diselenggarakan pada tahun 2017; (3) Dipantau juga promotornya, kalau calon dosen yang bersangkutan mencalonkan diri jadi promotor apa tidak.

2.  Q: Untuk seleksi mahasiswa oleh promotor itu prosesnya bagaimana dan syarat-syaratnya apa saja? 
A: (1) Kalau saya kemarin seleksi oleh promotor dilakukan dengan seleksi berkas dan wawancara via telepon. Untuk persyaratannya mengikuti syarat2 yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti dan kampus tujuan; (2) jika ada kelebihan sertakan seperti TOEFL, pernah publikasi atau penghargaan dan prestasi lain; (3) Biasanya syaratnya IPK minimal 3,25 seleksi dilakukan oleh PTN dan promotor terkait. Jadi yang dipersiapkan cari PTN dan promotor yang sensuai dengan minat agan-agan sekalian yang seusai bidang keilmuanya dan kapasitasnya sebagai promotor. Promotor tuh kaya pembimbing, penjamin agan-agan hingga nanti lulus. Jadi persyaratanya sesuai dengan promotor terkait. Ada yang menilai dari IPK plus TOEFL nya, publikasi kalau ada, track record prestasi dll. Usahakan jalin komunikasi yang baik dengan calon promotor; (4) Mereka (promotor) biasanya menyaring satu-satu dari yang daftar, ada yang minta by phone, email atau bahkan bertemu langsung wawancara. Well, jadi siapkan yang terbaik; (5) Selain persyaratan yang disebutkan tersebut, ada juga ada persyaratan lain yang masing-masing kampus penyelenggara (mungkin) berbeda. Jadi selain harus mengikuti persyaratan yang ditentukan oleh dikti, pelamar juga harus mengikuti persyaratan yang dikeluarkan oleh pihak kampus tujuan; (6) Syaratnya harus diterima di PTN terkait. He.. jadi ya ikut persyaratan tersebut. Kalau mendaftar di UGM ya lihat persyaratan untuk jadi mahasiswa UGM apa kalau daftar di UI, IPB, UNHAS dll juga sama; (7) Secara garis besar tipe seleksi PMDSU adalah seleksi personal yang mungkin beda style pada setiap calon Promotor. Promotor adalah dosen pembimbing hingga program pendidikan selesai. Setiap Promotor yang kita lamar boleh menjaring 1-3 calon mahasiswa. Kalau pengalaman saya pribadi: hanya seleksi via email dan Promotor stalking saya melalui relasinya di kampus saya; (8) Promotor kemarin meminta saya untuk mengirimkan via email berupa CV, ijazah s1, transkrip nilai s1, dan dokumen2 lain, misal: toefl dan sejenisnya, sertifikat prestasi.

3.  Q: Syarat umur pada saat mendaftar batch 3 nanti berapa ya? 
A: Setahu saya tidak ada. Syarat yang ada seinget saya pendaftar adalah lulusan 3 tahun terakhir. (Mungkin nanti bisa ditambahkan oleh teman2 awardee lainnya); (2) Saya juga terbatas dalam informasi ini - untuk lebih fixed nya silahkan menunggu informasi resmi dari DIKTI melalui juknisnya; (3) Awardee IPB kemarin paling tua 25.

4.  Q: Saya lulusan D4 teknik Kimia Politeknik negeri bandung tahun 2015. Mau menanyakan apakah lulusan D4 bisa mengikuti program ini?
A: Pengalaman yg batch 2 bisa, ada awardee yg merupakan lulusan D4. Ada yang sekarang studi di ITS dan ada yang di UI.

5.  Q: Untuk pendaftaran batch 3 kira-kira bulan apa ya? 
A: Untuk pendaftarannya belum dibuka. Mohon pantau terus di website yang dibagikan di grup ini. Awal bulan-pertengahan 2017 mohon dipersiapkan saja semuanya.

6.  Q: (1) Apakah kelulusan saya selaku pendaftar beasiswa ini sangat ditentukan oleh keputusan dari dosen? Ataukah masih memerlukan verifikasi dari dikti kembali?; (2) Di jurusan saya ada program fast track yaitu sinergi antara s1-s2 selama 5 tahun dengan menerapkan fusi antara Sem 7 S1 dan Sem 1 S2. Lalu apakah mahasiswa dengan jalur fast track ini dapat mengikuti program beasiswa ini? 
A: (1) Dikti hanya memverifikasi nama calon mahasiswa yg diusulkan oleh promotor; (2) Pertama saya dulu juga mahasiswa sinergi tahun lalu (IPB juga) dan telah berada pada semester 2 untuk program S2 (Dan Sem 8 untuk S1) saat ada pembukaan beasiswa ini. Dan mahasiswa program ini dapat mengikuti beasiswa PMDSU *DENGAN SYARAT* mengundurkan diri dari program sinergi dan mendaftar kembali dengan jalur reguler, mengulang kembali dari semester 1, status sinergi nya hilang. Karena TIDAK BISA mengikuti dua program berbeda sekaligus. Silahkan memilih. Misalkan anda ingin melanjutkan studi s2 s3 dengan beasiswa PMDSU di program kedokteran hewan, anda harus cari calon promotor yang tersedia di fakultas/prodi tsb untuk dijadikan dosen promotor beasiswa PMDSU. Tidak semua dosen tersedia, hanya yang mendaftarkan diri sebagai promotor PMDSU saja. Dikti dan PTN terkait menyaring persyaratan awal. Keputusan terakhir lulus atau tidak beasiswa ini dapat dikatakan berada di tangan dosen calon promotor yang dipilih. Biasanya satu promotor hanya menerima maksimal 4 calon mahasiswa dari keseluruhan yang mendaftar se-nasional.

7.  Q: Pernah gak ada kasus dimana calon promotor sudah meluluskan si calon mahasiswa, tapi kemudian calon mahasiswanya gagal di tes masuk PT sehingga gagal memperoleh beasiswa? 
A: (1) Itu rahasia promotor. Tapi ga mungkin terjadi kayaknya. Karena promotor pasti memilih kriterianya lebih dari kriteria minimal PTN domisili dia kan supaya keterima.. cape2 milih tapi ga keterima mah ya....buat apa; (2) Sampai saat ini, kami awardee belum pernah mendapati kasus seperti itu. Syarat keseluruhan diterima beasiswa PMDSU adalah lolos seleksi perguruan tinggi dan lolos seleksi promotor. Jika salah satu persyaratan tsb tidak tercapai, sepertinya tidak bisa lolos beasiswa ini.

8.  Q: Saya baru lulus. tapi saya sangat minim info dengan beasiswa ini mungkin kakak2 bisa jelasin lebih singkat? 
A: Untuk mendapatkan informasi apa itu beasiswa pmdsu mungkin saran saya, mas bisa membuka beberapa link berikut:

9.  Q: Perlu diketahui sebelumnya bahwa setiap UIN d indonesia ini secara struktural administrasinya berada di naungan kemenag bukan kemenristek. Yang saya tanyakan apakah ada jaminan kelulusan jika saya mengikuti progam beasiswa PMDSU ini yg merupakan progamnya dikti? 
A: Untuk jaminan kelulusan mengikuti program PMDSU sepertinya gak ada, sayapun atau mungkin teman2 lainnya yg s1nya dari PTN dibawah kemenristekpun juga gak ada jaminan lulus. Ini semua tentang seleksi, semua pihak akan melakukan seleksi untuk menjaring sarjana unggul entah itu dari PTN yg dinaungi kemenag maupun kemenristek. Saya rasa mas fadhol apply saja. Setahu saya juga tidak ada syarat ptn hrs dr kemenristek/kemenag. Semua akan diseleksi nantinya, semuanya bersaing, dan semuanya sama-sama berpeluang untuk menjadi awardee beasiswa pmdsu. Dengan catatan semua syarat terpenuhi dan semua tahapan seleksi "lulus".

10.  Q: Program ini berlaku untuk semua tamatan jurusan S1 dan apakah program ini hanya berlaku tamatan universitas negeri saja? 
A: setahu saya semua jurusan bisa mendaftar asalkan sesuai dengan bidang dosen calon promotor yang ada di list nantinya. Sekarang memang belum bisa dilihat karena memang juga belum waktunya dibuka pendaftaran yang batch 3. Untuk tahun kelulusan yang bisa mendaftar seinget saya yang kemarin itu, pelamar adalah lulusan 3 tahun terakhir (2013, 2014, dan 2015). Ketentuan ini kemarin saya lihat waktu daftar di web pmdsu.nya. kalau aturannya tidak berubah, berarti untuk yang batch 3 berarti pelamar harus dari lulusan 2015, 2016, dan 2017.

11.  Q: Kan yang masuk pmdsu kebanyakam universitas-universitas besar dan promotornya juga dari universitas-universitas besar tersebut. Apakah ada kemungkinan mahasiswa lulusan universitas kecil bisa dapat promotor dari universitas besar tersebut? Apakah promotor hanya mengambil mahasiswanya sendiri dari universitasnya? dan cara dapat dan kenal dengan promotor bagaimana kak? 
A: (1) Semua kemungkinan selalu ada. Satu Promotor dijatah sampai 3 murid, bisa jadi acak, bisa jadi semua dari luar univ nya, bisa jadi anak univnya semua, atau acak. Keep fighting; (2) Cara kenalnya ya nanti lihat daftar calon promotor yang mengajukan diri, pilih sesuai kapasitas dan kesesuaian rumpun ilmu yang diminati. Di daftar tersebut disertakan alamat email dan nomor telepon seluler yang dapat dihubungi, beserta prestasi, publikasi dan ranah riset dosen yang bersangkutan.

12.  Q: Saya lulusan pendidikan kimia. Nah yang saya lihat kemarin di univ yg terdaftar utk pmdsu kan ngga ada yg menyediakan prodi pendidikan nih, nah kalau saya mau ambil s2 nya lintas jurusan gimana ya? bisa kah? atau harus serumpun sama kimia? 
A: Sebenarnya jika ditanya bisa atau tidak, jawabannya bisa. kembali bahwa beasiswa PMDSU tidak ada ketentuan harus sama jurusan atau tidak. Yang perlu dipertimbangkan adlah PMDSU lebih cenderung program riset, saran saya alangkah baiknya dan peluang kemungkinan besar diterima adalah serumpun 'topik penelitian' dengan calon promotor, tidak harus sama satu jurusan. Semoga sukses.

13.  Q: Beasiswa PMDSU ini juga terkenal dengan beasiswa pembibitan dosen. Apakah para awardee pmdsu ini biasanya menandatangai kontrak untuk setelah lulus bersedia menjadi dosen? 
A: Sampai hari ini tidak ada tanda tangan kontrak tsb. kedepan belum ada informasi berkaitan dg hal tsb.

14.  Q: Apakah beasiswa PMDSU ini mengharuskan penerimanya untuk mendaftar program reguler di kampus yang dituju atau boleh mendaftar program sandwich misalnya (S3 double degree)? 
A: program yang diambil kelas reguler, adapun program luar negeri yang berkaitan dengan beasiswa PMDSU masuk dalam kategori sandwich program maks 6 bulan yang disediakan dikti. seluruh perencanaannya dapat disususn bersama promotor. jika mahasiswa akan mengambil kursus tambahan dapat didiskusikan lebih lanjut dengan promotor. 

15.  Q: Apabila seorang awardee tidak mampu menyelesaikan S2 dan S3 dalam waktu 4 tahun, apa yang terjadi dengan pembiayaan dari PMDSU ini? 
A: Biaya yang ditanggung adalah sebanyak tambahan semester yang lebih dari batas waktu 4 tahun, as I know ya. smoga bener untuk no 3 ini dan semoga juga kami semua bisa ontime.

-Admin Grup FB-Tanya Seputar Beasiswa PMDSU (Turhadi Suparno)-


Kamis, 11 Agustus 2016

[SPSS] RANCANGAN ACAK KELOMPOK

Berikut ini merupakan langkah-langkah melakukan analisis data melalui program SPSS untuk desain percobaan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial.

Data penelitian yang digunakan dalam artikel merupakan data fiktif. Pada kasus di artikel ini misalkan: seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh ransum makanan terhadap pertambahan berat badan domba jantan (selama percobaan diukur dalam kg). Hewan domba percobaan yang tersedia berbeda umur, sehingga dilakukan pengelompokkan menjadi 4 kelompok umur. Data pertambahan bobot badan dari 16 ekor domba jantan yang digunakan dalam percobaan adalah sebagai berikut:


Apa yang dapat anda simpulkan jika analisis dilakukan dengan menggunakan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5 % (0.05).

Untuk menjawab permasalahan di atas, saya akan memanfaatkan software SPSS untuk membantu menarik suatu kesimpulan.

Langkah pertama yang harus saya lakukan yaitu memasukkan data ke dalam sheet yang disediakan pada laman SPSS. Pada artikel ini saya membuat tiga kolom yang terdiri dari perlakuan (kolom pertama), ulangan (kolom kedua), dan variabel pengamatan (kolom ketiga). Untuk kolom ulangan (kolom kedua) wajib dibuat karena pada kasus RAK, ulangan merupakan suatu blok (kelompok) percobaan maka juga harus dilakukan analisis. Kelompok pada kasus ini berupa kelompok umur domba. Tampilan di SPSS setelah data dimasukkan adalah seperti ini:


Selanjutnya, analisis ragam pada RAK dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah: Analyze --> General Linear Model --> Univariate...


Maka akan muncul tampilan Univariate seperti di bawah ini.


Pada kasus di artikel ini, masukkan Berat_Badan ke dalam kotak  Dependent Variable karena variabel tersebut yang akan dianalisis. Kemudian masukkan Jenis_Ransum [Perlakuan] dan Kelompok_Umur [Ulangan] ke dalam kotak Fixed Factor(s).


Selanjutnya, klik Model… maka akan muncul tampilan Univariate: Model. Pada Laman ini di bagian Specify Model silahkan kalian pilih Custom, kemudian masukkan Perlakuan dan Ulangan. Kemudian klik Continue.


Selanjutnya, klik Post Hoc… maka akan muncul tampilan Univariate: Post Hoc Multiple Comparisons for Observed Means. Pada Laman ini silhkan kalian masukkan Perlakuan dan Ulangan ke dalam kotak Post Hoc Tests for. Karena pada kasus di artikel ini, saya diminta untuk melakukan uji dengan DMRT pada taraf signifikansi 5% (0.05) maka saya akan mencentang Duncan pada Equal Variances Assumed. Kemudian klik Continue.


Selanjutnya, klik Options… maka akan muncul tampilan Univariate: Options. Pada Laman ini silhkan kalian masukkan 0.05 pada kolom Significance level karena pada kasus di artikel ini, saya diminta untuk melakukan uji dengan DMRT pada taraf signifikansi 5% (0.05). Kemudian klik Continue.


Setelah kalian klik Continue maka akan kembali ke tampilan Univariate. Pada tampilan ini, kemudian kalian klik OK sehingga muncul output hasil analisis ragam dari variabel penelitian kalian.




Dari tampilan di atas diketahui muncul beberapa macam tabel namun perhatikan saja hasil pada tabel Tests of Between-Subjects Effects dan tabel hasil Post Hoc (uji lanjut). Pada kasus di artikel ini terdapat 2 macam tabel Post Hoc yang muncul yaitu tabel uji lanjut DMRT (Duncan) untuk Jenis_Ransum dan tabel uji lanjut DMRT (Duncan) untuk Kelompok_Umur.

Berdasarkan tabel ANOVA tersebut dapat diketahui bahwa nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil dari 0.05 (5%) baik untuk Perlakuan maupun Ulangan karena tadi saya memasukkan significance level sebesar 0.05.  Pada tampilan di atas sebenarnya nilai Sig. untuk Perlakuan tidak berarti 0 karena terlihat 0.000. karena nilainya sangat kecil maka program SPSS hanya menampilkannya seperti itu. Untuk membuktikan nilai tersebut kalian bisa klik dua kali pada angka 0.000 maka akan keluar angka sesungguhnya. Pada Ulangan nilai Sig. diketahui sebesar 0.026. Karena nilai Sig. < 0.05 maka itu artinya ada beda antar perlakuan (jenis ransum) terhadap berat badan domba jantan dan ada beda antar ulangan (kelompok umur) terhadap berat badan domba jantan. Untuk mengetahui perlakuan-perlakuan mana yang berbeda maka kalian bisa mengamati pada tabel Post Hoc.
Pada Tabel Post Hoc Jenis_Ransum terlihat bahwa terdapat 3 kolom pada Subset for alpha = 0.05. Berdasarkan tabel Post Hoc tersebut diketahui terdapat empat macam subset yakni a, b, bc, dan c. subset a untuk perlakuan yang berada pada kolom 1, subset b untuk perlakuan yang berada pada kolom 2, dst. Pada kolom 1 ditempati oleh perlakuan jenis ransum B sehingga perlakuan tersebut memiliki subset a. Pada perlakuan jenis ransum D menempati 2 kolom yaitu kolom b dan kolom c maka subset pada perlakuan tersebut bc.
Pada Tabel Post Hoc Kelompok_Umur terlihat bahwa terdapat 2 kolom pada Subset for alpha = 0.05. Berdasarkan tabel Post Hoc tersebut diketahui terdapat dua macam subset yakni a dan b. Subset a untuk perlakuan yang berada pada kolom 1 dan subset b untuk perlakuan yang berada pada kolom 2. Pada kolom 1 ditempati oleh kelompok umur 1, 2, dan 4 sehingga perlakuan tersebut memiliki subset a, sedangkan pada kelompok umur 3 memiliki subset b.


Nah, selanjutnya bagaimana nanti kita menyajikan data hasil analisis ini? Kalau yang saya lakukan biasanya akan menampilkan tabel Descriptives. Cara untuk menampilkannya sama seperti ketika melakukan analisis ragam melalui SPSS pada kasus RAL yang telah saya ulas di artikel sebelumnya.

Klik Analyze --> Compare Means --> One-Way ANOVA….
Pada kasus di artikel ini, masukkan Berat_Badan ke dalam kotak  Dependent List dan masukkan Jenis_Ransum ke dalam kotak Factor. Selanjutnya klik Options sehingga muncul tampilan One-Way ANOVA: Options. Centang pilihan Descriptive. Nah, tahapan disini sebenarnya berfungsi untuk mempermudah kalian dalam mendapatkan data berupa tabel yang berisi rata-rata (mean), standar deviasi, standar eror, dsb yang sangat berguna ketika kalian ingin membuat tampilan berupa grafik/tabel dari variabel-variabel yang diamati/diukur dari hasil penelitian kalian di microsoft excel. Untuk pilihan yang lainnya biarkan saja. Selanjutnya klik Continue.

Kemudian, ulangi lagi tahapan yang sama untuk data Kelompok_Umur. Caranya sama seperti di paragraf atas, namun pada kotak Dependent List masukkan Kelompok_Umur.



Tabel Descriptives di atas digunakan untuk keperluan kalian membuat tampilan grafik/tabel ringkasan data. Caranya tinggal mengklik tabel tersebut kemudian copy dan paste-kan di ms. excel. Kolom-kolom ataupun baris yang sekiranya tidak diperlukan bisa dihapus. Kalau saya biasanya hanya menyisakan kolom perlakuan, mean, dan std. deviation. Selebihnya bisa dihapus, termasuk baris Total.

Berikut ini juga akan saya akan berbagi bagaimana cara membuat tampilan hasil analisis data penelitian kalian dari SPSS ke ms. Excel untuk dibuat grafik.

Pertama kali yang harus kalian lakukan yaitu meng-copy tabel Descriptive dari SPSS untuk di paste-kan di ms. Excel. Hapus semua isian kecuali yang telah saya beri tanda kuning.


Kalian selanjutnya atur sehingga diperoleh tampilan seperti di bawah ini.

Bagaimana membaca grafiknya?

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa jenis ransum yang paling banyak meningkatkan bobot badan domba jantan yaitu ransum A dan paling sedikit yaitu ransum B. peningkatan bobot badan dengan menggunakan ransum A mencapai 7.5±1.3 kg. Secara statistik melalui uji DMRT dengan taraf signifikansi 5% menunjukkan jika ransum A berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya kecuali perlakuan ransum D. Namun perlakuan ransum D menunjukkan jika tidak berbeda nyata juga terhadap perlakuan ransum C. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang telah diteliti oleh Turhadi et al (2001) dan Turhadi dan Lin Dan (2005) yang memperlihatkan bahwa ransum yang mengandung …… dapat meningkatkan bobot badan domba mencapai 10 kg.
Pada tingkat kelompok umur diketahui bahwa kelompok umur 3 juga menunjukkan peningkatan berat badan yang paling tinggi diantara kelompok umur lainnya. Secara statistik melalui uji DMRT dengan taraf signifikansi 5% memperlihatkan jika memang kelompok umur 3 berbeda nyata dengan kelompok umur lainnya. Hal tersebut diduga disebabkan karena pada kelompok umur 3 merupakan masa pertumbuhan maksimal dari domba jantan. Menurut Turhadi et al. (2015) ……..

Sekian artikel dari saya terkait RAK, sehingga membantu kelancaran analisis data kalian. Amiin.
Mohon komentar, kritik dan sarannya untuk perbaikan artikel ini. Silahkan tulis di kolom komentar.

Terima kasih