Minggu, 15 April 2012

Makalah Sistematika Hewan Agnata

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Agnatha merupakan binatang vertebrata yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Setiap insang yang dimilikinya disesuaikan dengan kondisi ia berada. Habitatnya ada yang di air tawar maupun air asin (laut). Hewan kuno ini termasuk monofiletik yang telah diidentifikasi sebanyak 48.000 spesies.
Agnatha memiliki lubang seluler dan termasuk endoskleton yang memiliki saraf spinal serta organ perasa yang berkembang. Beberapa jenis agnatha  memiliki gigi dan rahang yang sesuai dengan makanannya (Hicman, et al, 2001). Berdasarkan hal tersebutlah spesies dalam filum agnatha ini beraneka ragam sehingga perlu adanya pembelajaran secara mendalam dalam bentuk seperti makalah ini.

1.2  Tujuan
Makalah mengenai “Petromyzon marinus” ini mempunyai tujuan antara lain untuk mempelajari dan mengenal spesies Petromyzon marinus secara mendalam.

1.3  Manfaat
            Dengan dipelajarinya spesies ini diharapkan mahasiswa mendapat pengetahuan lebih sehingga dapat menumbuhkan alternatif ide baru untuk memanfaatkannya misalnya sebagai alternatif obat.

BAB II
ISI

2.1 Deskripsi
Lamprey laut adalah parasit ditemukan di pantai Atlantik dari Eropa dan Amerika Utara, di Laut Mediterania barat, dan di Great Lakes. Salah satunya adalah Petromyzon marinus. Spesies ini berwarna coklat, abu-abu, atau hitam pada bagian punggungnya dan putih atau abu-abu di bagian bawah dan dapat tumbuh hingga panjang 90 cm (35,5 in) . Lamprey laut memangsa berbagai ikan. Hewan ini menggunakan mulut hisap yang seperti cangkir untuk menempelkan dirinya pada kulit ikan serta menghisap jauh jaringan dengan lidah yang tajam menyelidik dan gigi. Korban biasanya meninggal karena kehilangan darah yang berlebihan atau infeksi (Hicman, et al, 2001).
Ikan tanpa rahang ini memiliki tubuh yang lembut dan tertutupi oleh lapisan epidermis dengan jaringan kolagen dan sel hidup yang tipis. Sistem rangkanya terdiri atas kartilago terutama tengkorak yang mendukung bagian mulut, insang dan otak. Sistem ototnya berbentuk segmen yang tersusun atas miomer-miomer yang terdiri atas jaringan otot longitudinal. Sistem kardiovaskulernya adalah jantung yang terdiri atas 4 bagian dari posterior sampai anterior yang terletak pada rongga pericardial. Bagian itu adalah sinus venosus, atrium, ventrikel, dan konus arteriosus. Sistem respirasinya terdiri atas 5-15 insang terbuka. Sedangkan sistem pencernaannya melalui mulut (oral disk) yang berbentuk seperti corong(Hicman, et al, 2003).
Petromyzon marinus  merupakan hewan yang setengah parasit. Pada saat berbentuk larva hewan ini termasuk nonparasit sedangkan pada masa dewasa termasuk hewan parasit. Spesies jantan membangun sarang dengan menggunakan oral disc untuk memindahkan batu dan kerikil sedangkan betina meletakkan telurnya pada sarang dan yang kemudian di buahi oleh jantan. Telur yang sudah dibuahi akan menetas setelah 2 minggu yang kemudian berubah menjadi larva selama 3-7 tahun sebelum menjadi spesies dewasa yang siap bereproduksi kembali(Hicman, et al, 2001).
            Berikut merupakan klasifikasi Petromyzon marinus menurut Linnaeus (1758):
Kingdom    : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Cephalaspidomorphi
Ordo         : Petromyzontiformes
Famili        : Petromyzontidae
Genus        : Petromyzon
Spesies      : P. marinus

2.2 Distribusi
Petromyzon marinus dapat ditemukan pada saluran Welland sekitar Air Terjun Niagara  dan bergerak melalui danau Huron dan Michigan.

2.3 Hubungan Kekerabatan
Kelas Agnata memiliki ciri-ciri badan yang memanjang berbentuk silinder sedangkan ekornya pipih . Kulitnya licin tanpa sisik , dilengkapi kelenjar lendir (mucus). Sirip tengah dorsal disokong oleh tulang-tulang sirip (tulang rawan). Matanya ada sepasang. Kelas Agnata terdiri dari dua ordo, yaitu Myxini dan Cephalaspidomorphi.  Kedua ordo ini berkerabat dekat. Terlihat dari cirri-ciri fisik yang dimiliki kedua ordo ini, yaitu sama-sama berbentuk seperti ular, tidak mempunyai rahang dan tulang belakang berupa tulang rawan. Perbedaan diantara keduanya yaitu nostril pada Myxini terdapat di bagian depan kepala sedangkan pada Cephalaspidomorphi terletak diatas kepala. Kelas Agnata termasuk kelas yang paling primitif karena tulang belakangnya masih berupa tulang rawan bukan tulang sejati.

DAFTAR PUSTAKA

Hicman, et al.2001. Integrated Principles of Zoology. New York: McGraw-Hill Company
Hicman, et al.2003. Animal Diversity Third Edition. New York: McGraw-Hill Compan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Let's share!