Minggu, 15 April 2012

Phyllotaxis (Tata Letak Daun Pada Batang)

Daun-daun pada suatu tumbuhan biasanya terdapat pada batang atau cabangnya, ada kalanya daun-daun berjejal-jejal pada suatu bagian batang, yaitu pada pangkal atau bagian ujungnya. Umunya daun-daun pada batang terpisah pada batang terpisah-pisah dengan suatu jarak yang nyata. Jika untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun permulaan garis spiral tadi mengelilingi batang a kali, dan jumlah daun yang dilewati selama itu adalah b, juga dinamakan rumus daun atau disvergensi.
Pecahan a/b selanjutnya dapat menunjukan sudut antara dua daun berturut-turut, jika diproyeksikan pada bidang datar.jarak antara kedua daun berturut-turut pun tetap dan besarnya adalah a/b x 3600, yang disebut sudut divergensi, ternyata didapati pecahan a/b dapat terdiri dari pecahan ½, 1/3, 2/5, 3/8, 5/13, 8/21, dan seterusnya. Untuk menjelskan tata letak ddaun, dapat dilakukan dengan membuat bagan tata letak daun dan diagram tata letak daunnya.

A.  Bagan tata letak daun.
Untuk membuat bagan tata letak daun, batang tumbuhan digambar sebagai silender dan padnaya digambar membujur ortostik-ortostiknya. Demikian pula pada buku-buku batangnya.

B.  Diagram tata letak daun.
Untuk membuat diagram tata letak daun, batang tumbuhan harus dipandang sebagai kerucut memanjang, dengan buku-bukunya sebagai lingkaran-lingkaran sempurna. Jika diproyeksikan pada bidang datar, maka buku-buku tersebut akan menjadi lingkaran-lingkaran yang konsentris dan puncak kerucut akan menjadi titik pusat lingkaran-lingkaran tadi.

Sumber:
Dasuki UA. 1994. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB.

Bagian batang atau cabang tempat duduknya daun disebut buku-buku, sedangkan bagian batang antara dua buku-buku disebut dengan ruas. Tata letak daun yaitu aturan letak daun-daun yang duduk pada batang tumbuhan. batang (nodus), bagian ini sering terlihat sebagai bagian batang yang sedikit membesar dan melingkar batang sebagai suatu cincin, contohnya pada bambu (Bambusa sp.)

·         Spirostik dan Parastik
Spirostik terjadi karena pertumbuhan batang tidak lurus tetapi memutar. Akibatnya ortostiknya ikut memutar dan berubah menjadi spirostik, contohnya :
- Pacing (Costus speciosus Smith), mempunyai satu spirostik.
Bupleurum falcatum, mempunyai dua spirostik.
- Pandan (Pandanus tectorius Sol.), memperlihatkan tiga spirostik.

Parastik yaitu urutan/barisan melengkung dari primordia yang sedang tumbuh. Contohnya pada tumbuhan yang letak daunnya cukup rapat: kelapa sawit (Elaeis guinensis), duduk daun seakan-akan menurut garis-garis spiral ke kiri atau kekanan. Tampaknya lalu ada dua spiral ke kiri dan kekanan.

Sumber:
Tjitrosoepomo G. 2009. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Let's share!